Selasa, 25 November 2008

Minggu, 23 November 2008

Gerakan 1 Bendera...



Ini adalah gerakan pemuda n pemudi Jogjakarta untuk mengingatkan dan mengajak 'peduli', akan negara Indonesia tercinta yang akan menyelenggarakan pesta demokrasi tahun 2009.
Rumah kita, halaman kita, gang kita, jalan kita dan negara kita ini akan kebanjiran beribu-ribu bendera dengan banyak warna...
Untuk itu 'jangan lupa', bahwa diatas semua bendera yang dengan warna yang indah dan mahal harganya... Kita hanya punya satu bendera, MERAH PUTIH tercinta...

SATU BENDERA
Cipt. Ambar 'Polah' Tjahyono

BENDERA-BENDERA KITA
MAKIN BANYAK WARNANYA
JANGAN LUPA SATU BENDERA
MERAH PUTIH TERCINTA

TINGGALKAN SEGALA PERTENGKARAN
KARENA BEDA BENDERA
TINGGALKAN SEGALA PERPECAHAN
BEDA SUKU AGAMA


LAGU KITA MASIH SAMA
INDONESIA RAYA
JANJI KITA MASIH SAMA
CINTA INDONESIA

-Tratag Budaya Estetik-

presSiden baNd...


Ambar 'Polah' Tjahyono

The Reborn of Jogjaness Composer
Posted by pabrikbunyi on October 17, 2008
Ambar Polah is a Jogjaness composer, popular in that city in early 1980. He has ever contributed three songs for album Ya Robbi by Gita Sahara Musik Muslim Universitas Islam Indonesia (Perwira record, 1983). In 1982/1983, his song entitled Yogyakarta became one of 10 best songs compiled under the title 10 lagu Terbaik Hasil Lomba Cipta Senandung Yogyakarta. (Irama Mas record, 1982-1983). These two albums are likely to be collected, because those are crafted seriously although not succes commercially.
Finally, Ambar Polah comes back in front of Jogjaness audience. On October 4, 2008, he played music with his band Pressiden Band in the park of JogjaTV, for celebrating Jogja anniversary. “This is my first appearance after 10 years disbanding,” Ambar Polah said in the television. He said also that he will release an album entitled Satu Bendera this coming January 2009. I appreciate Ambar Polah as some one who has ever give a creative atmosphere in Jogja city, my birth place. *

Mantan Pengamen Kibarkan ’Satu Bendera’
11/10/2008 08:54:36
AMBAR Polah, lebih suntuk menggeluti dunia usaha furniture dan aktif di Asmindo. Wajar ia tak sempat bermusik ria karena waktunya tersita untuk mengurusi usaha furniture dan memajukan Asmindo. Terlebih, hampir 2 tahun dia sebagai memimpin Asmindo pusat. Namun kesuksesan menjalankan usaha furniture dan menjadi nahkoda Asmindo, sebagai seniman musik selalu membara dan tetap kegelisahan berkarya lewat musik. Sejak masih duduk di bangku SMA Bopkri I Yogyakarta tahun 1977 sudah membentuk kelompok musik bersama teman-teman. Bahkan lulus SMA kelompok musik ini masih aktif tampil dan eksis. Waktu itu, kelompok musik masih menggunakan alat musik sederhana gitar, biola, flute, seksofon ala musik akustikan. Lagu-lagu yang dibawakan karya sendiri berpihak pada rakyat dan kritik sosial. Masa usia muda pertengahan 1980-an hidupnya dihabiskan untuk bermusik. Ia nongkrong ‘ngamen’ bersama kelompok musiknya dan bergaul dengan para komunitas pemusik di Malioboro. Maklum ekonomi Ambar Polah saat itu pas-pasan. Kalau kini, ia kembali aktif bermusik ria, tetap menggandeng sejumlah pemusik Malioboro berproses membuat album berlabel ‘Satu Bendera’ dengan Pressiden Band. Beberapa tahun terakhir ini, di sela kesibukan bersama pemusik Yogya dan komunitas ‘Tratag Budaya Estetik’ membuat aktivitas kesenian terutama musik. Bahkan mampu merampungkan album ‘Satu Bendera’ berisi 7 lagu. Dari 7 lagu yang dijadikan lagu andalan ‘Satu Bendera’. Lagu lainnya berjudul ‘Perubahan’, ‘Susah Cari Presiden’, ‘Mentari’, ‘Kong Kalikong’, ‘Pacarku Doyan Duit’ dan ‘Rindu’. “Album Satu Bendera selain ikut meramaikan kancah dunia musik di Indonesia, bisa ikut mengingatkan dan menanamkan cinta tanah air. Meski sekarang bermunculan bendera partai politik, namun tetap di bawah satu bendera ‘Merah Putih’. Tentu saja, ada lagu-lagu tentang kritik sosial,” kata Ambar Polah. (Cil)-g





Seruan Moral Lewat Karya Musik Satu Bendera
Senin, 13 Oktober 2008 | 10:56 WIB

Perubahan dinanti-nanti Hingga sampai menunggu mati Perubahan tak kan terjadi Harus dari diri sendiri Itulah sepenggal lirik lagu bertajuk Perubahan karya Ambar Polah Tjahyono yang dinyanyikan Pressiden Band dalam Konser Musik Satu Bendera, Sabtu (11/10) malam di halaman Jogja TV, Yogyakarta.
Sesuai judulnya, lagu ini membawa pesan bahwa perubahan hanya akan terjadi jika setiap orang ikut berupaya mewujudkannya. Menurut Ambar, mantan seniman jalanan Malioboro yang belakangan lebih dikenal sebagai Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia, lagu ini muncul dalam konteks kehidupan rakyat Indonesia yang tak kunjung membaik meski sudah ada sekian presiden dan pejabat negara lain yang bergantian memimpin.
Kita pernah punya Presiden Megawati yang (katanya) pro rakyat, kita pernah punya Presiden Gus Dur yang ahli agama. Tapi, perubahan tak kunjung terjadi. Siapa pun presidennya, perubahan tidak akan terjadi jika kita tidak ikut membantu, katanya kepada wartawan sebelum konser. Selain nomor Perubahan, dalam konser yang ditayangkan secara langsung di Jogja TV itu, Ambar bersama Pressiden Band menyanyikan enam lagu lain yang bernuansa kritik sosial seperti Susah Cari Presiden, Kong Kalikong, Pacarku Doyan Duit, dan sebagainya.
Lagu-lagu karya Ambar itu juga telah direkam dalam bentuk CD audio bertajuk Satu Bendera yang saat ini masih tersebar untuk kalangan sendiri. Satu Bendara merupakan lagu andalan dalam album rekaman tersebut. Rencananya lagu-lagu tersebut direkam lewat jalur mayor label sehingga bisa menyebar lebih luas. Menurut Ambar, konser musik malam itu digelar untuk merespons situasi sosial politik menjelang pemilihan umum.
Dengan sistem multipartai, anak bangsa terpecah-pecah menjadi banyak kubu. Satu sama lain kerap kali saling melukai dan menjatuhkan. Dalam suasana seperti itu, rakyat hanya menjadi obyek yang diperebutkan untuk kemudian dilupakan pascapemilu. Agus Dayak yang terlibat dalam manajemen konser tersebut menambahkan, lewat lagu-lagu yang dinyanyikan, mereka ingin menyampaikan kritik sosial tanpa menyalahkan siapa pun. Musik merupakan media membangun opini.
Kami hanya ingin mengingatkan, katanya. Malam itu, Ambar yang berkolaborasi dengan Pressiden Band menyanyikan lagu-lagu itu dengan tempo cepat dan mengentak-entak. Puncaknya ada di lagu Satu Bendera. Mereka mengajak seluruh anak bangsa untuk terus mengingat bahwa perbedaan suku, agama, juga ideologi politik tidak boleh memisahkan dalam kubu-kubu yang saling berlawanan.
Menjelang pemilu, dengan 38 partai politik yang bersaing memperebutkan suara rakyat, mereka mengaku ingin menyebarkan virus Satu Bendera.
Inilah seruan mereka: Bendera-bendera kita Makin banyak warnanya Jangan lupa satu bendera Merah Putih tercinta.Oleh Idha Saraswati

Hepi event ...




Di Tengah Guyuran Hujan
Hujan deras tidak menyurutkan semangat para penari jathilan yang ikut memeriahkan HUT ke-38 YLBHI/LBH di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, Yogyakarta, Senin (10/11). Selain memperingati HUT, kegiatan tersebut juga digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan. Kompas/Wawan H Prabowo (WAK) 10-

Selasa, 19 Agustus 2008

Niek's blesDay, 09 Agustus 2008 @ boShe vVip cLub...


Niek, La n meee ...

Niek, meee, ian n la ...

Niek, mee, la n nur ...


Nur, niek, mee, ian n la...

Pinasthika 2008 ...

M'Made, m'Tyas n meee ....


Jeng Tri, mee n jeng Etty ...

Aa nanG weDding, 07 July 2008 @ 19.00 wib ...

Hahaa..., pasukan pagar betis ...

Sekar Kedaton dg mempelai aa n nuri ...

Meee, Agnes n Ritha ...

With Ria Marketing of Sekar Kedaton ...


says cheessee ...

Festival Kebudayaan Yogyakarta 2008 ...


Pulang FKY 2008 langsung ke otosport cafe ...



Giana Present @ FKY 2008 ...
Lala, Mee n Giana ...

Motorcross sirkuit maguwo ...


Mee, m'Ardy n Lala ....

Gempa joGja, 27 Mei 2006 @ 05.50 wib ...



Ini kamarku n kamar eZra yang runtuh semua 27 mei 2006...
Padahal rencana 1 Juni eZra sampe joGja ...
God .., You are gooD ...




Ini proses evakuasi 29 Mei 2006 ...
Thanks to ... :
Rina, Yoza, Lala, Ony, Boogie, Lia, n my lovely sister DedeQ ...
Trus andy n anak2 kost Saphir ...
Pak n ibu Poniman, Cipto n tukang parkir ...




Dapur n kamar mandi ...

Kompor dan peralatan yang gak tau jadi apa ...
Masih ada 1 yang tersisa, mesin cuci ...



Keliatan dikit sprei spring bed yang tertimbun runtuhan genting n dinding ...
Andai aja saat itu aku gak bangun, pasti almarhum ...
Thanks God ..., untuk kesempatan ketiga merubah hidup menjadi pelayanMu ...

Jakartaaaaa panaaaaaassssssss...

Inul Vista ...
Yuyu, Yohanes, Ester, Meee, Mickael ...
Mmmmmmmmmmmmmmmmmmm ...
Gak akan terulang lageeee ...
You are best friend guys ...

nice place to remember ...

Pasir Panjang ...
Jenny, Novita, Ester, Iwan,Vie, Olis, Meee, Erik ...
Seruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu ...
Pantai dengan pasir putih yang memberikan 'kenangan terindah' bersama temen2 masa kecil yang gak akan mungkin hilang ...
Indaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh ...

Chreyst Painter ...

Dewo, dede, meee, lala n criz painter ...
Ni kita di kios criz daerah sagan ...
Temen kecil nih, kenangan jaman SMA klas 1...
Hihihiiiii... Skr kita dah pada tua...

-- Jombor klaten 2005 --


Ntah acara apa nih...
Pokokna makan2...
Teguh kadipiro, Sigit, Jilly, Moniq, Retha, Meee n Cy ...

Senin, 11 Agustus 2008

flamboyan_nusaindah 5A

haluuuu.... girlsssss.... so sissssyyy...
dari kiri..., ada Ndut alias nuR, chen2 alias chanDra, trs ?? lupa... (help dunk..!), dewi, erlin, nicky, meeeeee, bu ti alias tYas n etty alias pRetty....
kangen banget euy ma adek2ku di nusin alias nusa indah 5A flamboyan sana... ni kita2 mo pulang kondangan puput di solo... pake nginep lho... hahahaaaaaa... miss u allll...
Cik-cik... lucy..., where r u ??? lho..lho... oh... yg moto... hihihiiiii... hehehe...